Rahasia bisnis EMAS


Untitled

Investasi Emas

Bagaimana dengan dana terbatas yang dengan cara biasa hanya bisa membeli 2 batang emas tetapi dengan trik ini anda membeli 6 batang?

Isi data anda untuk mendapatkan infonya di bawah ini

Nama:
Email:


 

 

Hikmah Hidup seorang muslim hendaknya selalu berada pada dua hal: bersyukur dan sabar...

Jika ia sehat, ia bersyukur dan gunakan kesehatannya untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat.

Sebaliknya, jika sakit, ia ikhlas dan bersabar sambil terus menerus berusaha mengobatinya, disertai dengan sikap tawakal pada Allah.

 



Adilla Aqiqah  Menyediakan kambi


Adilla Aqiqah

Menyediakan kambing qurban dan aqiqah.

Kambing berkualitas
Pesanan VIA telepon
Bonus Buku Aqiqah
Gratis biaya potong & antar
Menu (sate, gulai, sop, semur)
Siap menyalurkan kepada yang berhak.

Ngariman - Ida Nur Hanifah
021-7044 9611
021-96 8008 96
081 38 3737 567

Daerah Layanan:
JABODETABEK



Profesional
Hosted by:




Sejak
14.02.08
1203508


Klik Logo ini Untuk Bergabung dengan Milis Eramuslim




CO.CC:Free Domain


 

Download Tuntunan Sholat Lengkap

 

Shahih Ibnu Katsir


Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Imam Ibnu Katsir telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya, tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar, bahkan hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. Harga normal 1 set (9 jilid) Rp. 1.102.500 bersama kami anda mendapat harga Istimewa hanya Rp. 950.000.- Hubungi Pak Zamah HP. 0852 1050 1356. Keterangan text KLIK DISINI

Info Sofware Luar Biasa!
Ada sebuah software pemasang iklan buatan putra Indonesia yang memiliki kemampuan luar biasa. Software ini adalah software pemasang iklan baris. Ia mampu memasang iklan ke 1122 situs dalam waktu kurang lebih 1 jam. Bila dengan cara manual anda memerlukan waktu 2 minggu nonstop untuk melakukan pekerjaan ini. Kunjungi website mereka www.autosubmit.web.id

19/10/2009
Mengapa Akar Masalah Sering Berasal Dari Masa Kecil?
Oleh: Adi W Gunawan

Seorang kawan bertanya kepada saya, “Pak Adi, anda sering mengatakan bahwa hampir semua masalah yang dialami orang dewasa bila dicari akar masalahnya selalu ditemukan di masa kecil. Apa benar seperti ini adanya? Trus…kok bisa seperti ini ya? Penjelasan ilmiahnya seperti apa?”

Wah, ini pertanyaan yang mudah ditanyakan tapi sulit dijawab. Jujur jawaban standar saya untuk pertanyaan di atas adalah berdasarkan pengalaman praktik saya. Oh ya saya mau koreksi pertanyaan di atas. Akar masalah tidak selalu, tapi hampir selalu, berasal dari masa kecil.

Dari pengalaman membantu sangat banyak klien saya menemukan satu hal menarik. Hampir semua, tapi tidak selalu, masalah yang dialami seseorang (dewasa) berasal dari pengalaman (traumatik) yang terjadi di bawah usia 12 tahun.

Tapi mengapa akar atau sumber masalah justru terjadi saat masih anak-anak?

Sebelum saya menjawab pertanyaan di atas, satu hal yang perlu kita sadari yaitu bahwa setiap kejadian sebenarnya netral, tidak ada artinya, tidak baik maupun buruk. Suatu kejadian, pengalaman, atau peristiwa dikatakan baik atau buruk bergantung pada makna yang kita berikan. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Epicetus (100 SM), “Men are disturbed not by things but by the views which they take of them”.

Makna ini selanjutnya akan mengakibatkan munculnya suatu emosi tertentu. Nah, yang menjadi masalah adalah bila emosi yang muncul adalah emosi negatif. Emosi negatif yang terhubung atau melekat pada suatu peristiwa tertentu selanjutnya akan mendikte munculnya respon spesifik, saat ia dewasa, bila ia mengalami lagi situasi atau peristiwa yang sama atau serupa dengan yang dulu pernah ia alami.

Contohnya begini. Baru-baru ini saya menangani seorang klien dewasa yang tidak bisa menyanyi, khususnya di atas panggung. Klien ini sebenarnya punya suara yang cukup merdu. Namun setiap kali ia naik panggung mau menyanyi maka yang dirasakan adalah perasaan panik, tidak mampu, tidak percaya diri, takut, dan jantungnya berdebar keras sehingga ia tidak bisa menyanyi.

Setelah dicari akar masalahnya ternyata saat ia berusia 5 tahun ia pernah menyanyi di panggung dan lupa syair lagunya. Saat itu, masih menurut klien ini, semua penonton menertawakan dirinya. Tentu ia merasa malu sekali. Dan sejak saat itu ia memutuskan bahwa menyanyi itu sangat menyakitkan hatinya. Jadi lebih baik tidak menyanyi.

Begitu keputusan ini dibuat, yang sebenarnya kurang tepat karena keterbatasn kemampuan berpikirnya saat itu, jika tidak mau dikatakan sebagai keputusan yang salah, maka pikiran bawah sadarnya akan melakukan apa saja untuk menjalankan keputusan ini.

Tapi mengapa ia bisa sampai pada kesimpulan ini? Kan nggak masuk akal. Lha, masa hanya gara-gara lupa syair, terus ditertawakan teman-temannya, eh.. malah ngambek seterusnya nggak mau menyanyi sampai dewasa. Ini sungguh tidak masuk akal.

Ini kan cara berpikir orang dewasa. Kita, yang sudah dewasa akan berkata seperti yang saya tulis di atas. Tapi namanya anak-anak tentu proses berpikirnya berbeda.

Untuk bisa menjawab pertanyaan ini tentu kita perlu mengerti cara berpikir anak. Dan salah satu pakar ternama yang khusus meneliti proses berpikir anak adalah Jean Piaget. Saya selanjutnya mempelajari pemikiran dan karya Piaget melalui bukunya yang berjudul The Child’s Conception of The World. Piaget mempelajari perkembangan kognitif anak khususnya pada aspek kemampuan dalam memproses dan memahami informasi dengan tingkat kompleksitas yang berbeda.

Piaget memberikan subjek penelitiannya berbagai pertanyaan atau soal dan mengamati bagaimana anak memanipulasi informasi untuk bisa mencapai suatu kesimpulan.

Misalnya, untuk anak berusia di bawah 7 tahun, jika ditunjukkan gambar 2 pohon yang jenis dan tingginya berbeda maka mereka akan memilih pohon yang lebih tinggi sebagai pohon yang lebih tua. Anak yang lebih besar, di atas 7 tahun, akan bertanya kapan pohon-pohon itu ditanam. Dengan kata lain anak yang lebih tua memiliki kemampuan untuk memproses lebih banyak informasi saat berpikir tentang sesuatu.

Level kerumitan dan kecakapan berpikir anak, sejalan dengan perkembangan usia mereka, dibagi menjadi empat kategori; nominal, ordinal,interval, dan ratio.

Nominal Data
Pada tahap ini kemampuan berpikir didasarkan pada prinsip “ya” atau “tidak”, baik atau buruk, benar atau salah, menang atau kalah. Pada level ini tidak dikenal wilayah “abu-abu”. Yang ada hanya hitam atau putih.

Level berpikir ini sering mengakibatnya terciptanya belief dan keputusan yang menghambat. Anak kecil tidak bisa terhindar dari cara berpikir ini karena keterbatasan kemampuan kognisi mereka. Dan dari riset lain diketahui bahwa bagian prefrontal cortex anak masih belum berkembang optimal pada usia dini.

Misalnya jika anak melihat kedua orangtuanya ribut atau bertengkar. Anak biasanya akan menyimpulkan, “Papa dan mama ribut pasti karena saya” atau “Nanti kalau sudah besar saya nggak mau nikah karena akan ribut seperti papa dan mama”.

Ordinal Processing
Pada level ini anak bisa melakukan pengurutan informasi. Kemampuan ini melibatkan pembandingan data dengan tujuan menghasilkan ranking atau urutan. Misalnya, jika dalam suatu pertandingan anak mendapat informasi posisi mereka, dan anak tahu, misalnya “Saya juara dua”, maka informasi ini sudah lebih tinggi levelnya daripada sekedar kalkulasi nominal “Saya menang” atau “Saya kalah”.

Interval Processing
Pada level ini kemampuan berpikir semakin berkembang. Anak mampu berpikir lebih abstrak misalnya dalam memaknai urutan posisinya dalam suatu peristiwa. Pada contoh di atas, bila anak berpikir di level ini, maka yang ada di pikirannya bukan sekedar “menang” atau “kalah” tapi seberapa dekat saya menang, tidak sekedar saya juara dua.

Ratio Processing
Level ini adalah level yang paling tinggi. Level ini mencakup tiga level di bawahnya dan juga kemampuan berpikir abstrak yang lebih tinggi. Misalnya, “Apakah menjadi juara satu adalah benar-benar penting bagi saya?”. Kemampuan ini yang dimaksud saat seseorang berkata, “Berpikir di luar kotak atau thinking outside the box”.Ini adalah level berpikir di mana kita mampu melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda.

Penelitian Piaget menemukan bahwa kemampuan berpikir anak terbatas pada level nominal dan ordinal processing hingga kira-kira usia tujuh tahun. Pada usia delapan hingga dua belas tahun anak mengembangkan kemampuan interval dan ratio processing.

Dengan demikian belief atau kepercayaan yang terbentuk saat kita masih kecil semata-mata hanya dibatasi oleh kemampuan kognitif kita. Dan untuk bisa membantu klien mengatasi masalahnya maka kita perlu membawa klien mundur (regresi) ke masa saat keputusan atau kesimpulan atau pemaknaan dibuat. Tujuannya adalah untuk melakukan edukasi ulang untuk menghasilkan makna atau kesimpulan baru yang lebih konstruktif dan kondusif untuk hidup klien (dewasa).

Lalu, mengapa pada contoh di atas klien yang sudah dewasa masih tetap takut menyanyi?

Jawabannya sederhana. Saat klien naik di atas panggung maka panggung ini menjadi trigger atau pemicu aktifnya suatu part atau bagian dari diri klien, bagian yang dulu pernah mengalami pengalaman “traumatik” saat ia masih kecil. Bagian ini, yang kita kenal dengan nama Inner Child, akan menolak untuk menyanyi. Proses yang terjadi adalah age regression atau klien ini mundur kembali ke masa kecilnya. Sudah tentu proses ini terjadi dengan begitu cepat di pikiran bawah sadar. Yang ia rasakan hanyalah perasaan tidak nyaman yang membuat ia tidak mau menyanyi. Pikiran sadar mungkin sudah lupa kejadian di masa lalu. Tapi pikiran bawah sadar akan tetap ingat.

Sumber: http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=217

... Kebenaran Alquran dalam sorotan ... Ayat tentang Besi ... - 20/04/2010
Emanasi - 15/02/2010
"TO GIVE OR TO GET" - 10/02/2010
Indahnya Memberi - 10/02/2010
Ikhlash Jalan Kebahagiaan - 18/01/2010
Kerja Ikhlas = Kerja Bodoh? - 26/11/2009
Bedanya Kecerdasan Emosional dan Spiritual - 12/11/2009
Mengapa Akar Masalah Sering Berasal Dari Masa Kecil? - 19/10/2009
Indahnya Kesulitan - 02/07/2009
TIPOLOGI MASYARAKAT ARAB KONTEMPORER (1/4) - 24/06/2009
RINTIHAN ITU BELUM JUGA BERAKHIR - 10/06/2009
Kecerdasaan Spritual vs Kecerdasan Ideologis (Sekuler vs Islam) - 10/06/2009
Agama dan Bekal Merantau - 09/06/2009
Tingkatan Berbuat Ihsan - 25/05/2009
Profesor Termuda Di As Ternyata Orang Indonesia - 14/05/2009
Dahsyatnya EFT jarak jauh - 14/05/2009
*Singa yang Menyembunyikan Kukunya* - 06/05/2009
Penelitian: Marah Lebih Memperpendek Usia - 29/04/2009
Remembering for my Father - 29/04/2009
Kabar Gembira Tentang masuk Surga - 24/04/2009
Pengaruh Dzikir Terhadap Ketenangan Jiwa - 19/04/2009
Selamat datang di taman surga - 19/04/2009
Surga Untuk Pelacur - 14/04/2009
Undangan - 01/04/2009
Undangan - 01/04/2009

Mari saling peduli dengan sesama...


BUKU TAMU


Diasuh oleh ustadz
Agus Hermawan, ST.MM.



KONSULTASI KESEHATAN
PENGOBATAN AKTIF
BERSAMA
RURUH CANDRA PASHA S,ST


Nama-nama bayi muslim


Kirimi saya Artikel

 

Nama saya:*

 
 

Email saya:*

 
Mitra Usaha




Rekening "SOS Palestina"
a.n Aksi Cepat Tanggap

1. BCA #676 030 0860
2. Permata #1010005557
3. Muamalat #3040023015
Hotline 021-7414482