
|
||||||
|
Hikmah Hidup seorang muslim hendaknya selalu berada pada dua hal: bersyukur dan sabar...
Profesional Hosted by:
Sejak 14.02.08 Klik Logo ini Untuk Bergabung dengan Milis Eramuslim
|
Shahih Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Imam Ibnu Katsir telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya, tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar, bahkan hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. Harga normal 1 set (9 jilid) Rp. 1.102.500 bersama kami anda mendapat harga Istimewa hanya Rp. 950.000.- Hubungi Pak Zamah HP. 0852 1050 1356. Keterangan text KLIK DISINI
Info Sofware Luar Biasa!Ada sebuah software pemasang iklan buatan putra Indonesia yang memiliki kemampuan luar biasa. Software ini adalah software pemasang iklan baris. Ia mampu memasang iklan ke 1122 situs dalam waktu kurang lebih 1 jam. Bila dengan cara manual anda memerlukan waktu 2 minggu nonstop untuk melakukan pekerjaan ini. Kunjungi website mereka www.autosubmit.web.id 02/07/2009 Indahnya Kesulitan Oleh: agussyafii Ada seorang teman mengirimkan email. Bertanya kepada saya, apa makna kesulitan bagi Mas Agus? Kemudian saya menjelaskan kepadanya bahwa kesulitan adalah jalan menuju kebahagiaan. Jika kita mampu menyelesaikan setiap kesulitan hidup kita maka kita bisa menemukan kebahagiaan, itulah indahnya sebuah kesulitan, begitu jawab saya kepada teman itu.Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin mengatakan bahwa setiap kali target ditingkatkan maka jalannya menjadi sulit, kendalanya banyak dan dibutuhkan waktu lebih lama, kullama zada al mathlub sho`uba masalikuhu wa katsura `aqabatuhu wa thala zamanuhu. Jadi tingkat kesulitan berhubungan dengan tingkat target. Jika orang ingin sekedar senang dalam hidup, maka ia dapat mencari kesenangan instan, pergi ke tempat hiburan, berfoya-foya dan berpesta pora. Tetapi jika seseorang ingin meraih kebahagiaan, maka ia justeru harus siap menderita menghadapi kesulitan, melupakan kesenangan jangka pendek. Kita sebagai makhluk yang didesain oleh Allah SWT dengan sempurna, memiliki akal sebagai alat berfikir, hati sebagai alat memahami, nurani sebagai alat interospeksi, syahwat sebagai penggerak tingkah laku dan hawa nafsu sebagai tantangan. Kesemuanya itu dirancang untuk menghadapi medan kehidupan yang sulit. Dengan akal kita bisa memecahkan masalah yang sulit, dengan hati kita bisa menerima kenyataan yang pahit, dengan nurani kita bisa mundur selangkah demi memperbaiki diri, dengan syahwat membuat kita dinamis mencari dan dengan hawa nafsu kita menjadi tertantang untuk mampu mengendalkan diri. Kita di satu sisi memang menyukai stabilitas dan kenyamanan hidup, tetapi di sisi lain kita juga menyukai kesulitan. Kita tidak selalu lari dari kesulitan, sebaliknya justeru menantang kesulitan. Jika dalam kehidupan sehari-hari hidup selalu stabil dan nyaman tanpa menjumpai kesulitan, maka dibuatlah stimulasi agar orang menaklukkan kesulitan buatan. Mahasiswa berlomba naik tebing buatan (wall climbing), pembalap mobil mencari medan berlumpur, yang berperahu mengikuti arum jeram, setiap agustusan orang ramai-ramai memanjat pohon pinang yang dilumuri olie, yang sudah punya dua kaki justeru berlomba lari dalam karung. Pokoknya banyak sekali kesulitan yang sengaja dibuat untuk ditaklukkan, mengapa? karena kita memang memiliki tabiat tertantang. Kesulitan buatan pada umumnya hanya melahirkan kesenangan, yakni senang menjadi juara, tetapi belum tentu sampai kepada kebahagiaan. Kesusahan biasanya menambahi kesulitan, tetapi tidak semua kesulitan membuat susah. Adapun kebahagiaan biasanya merupakan buah dari ketabahan menghadapi kesulitan panjang yang bersifat alamiah dalam kehidupan. Itulah maka hakikat kebahagiaan hidup berumah tangga biasanya baru diperoleh setelah kakek nenek, yakni ketika menyaksikan anak cucu sebagai generasi penerusnya hidup sukses dan terhormat. Kesulitan juga harus dibedakan antara analisa dan perasaan, antara kesulitan teknis dan merasa sulit. Ada hambatan yang menurut analisa teknis masuk kategori sangat sulit dan berat, tetapi ada orang yang memandangnya ringan-ringan saja. Kenapa? karena ia merasa tertantang untuk dapat menaklukkan kesulitan dan ia menyadari bahwa kesulitan itu merupakan proses mencapai kebahagiaan. Ia tidak merasa berat dan sulit ketika menghadapi kesulitan karena ia selalu membayangkan buah kebahagiaan yang akan dipetiknya, seperti seorang petani yang belepotan lumpur di sawah, ia tidak merasa risih dengan lumpur karena ia membayangkan panennya nanti. Sedangkan merasa sulit merupakan respon psikologis terhadap problem dan perasaan itu berhubungan dengan tingkat kapasitas kejiwaan yang bersangkutan. Wassalam, agussyafii
... Kebenaran Alquran dalam sorotan ... Ayat tentang Besi ... - 20/04/2010
Emanasi - 15/02/2010
"TO GIVE OR TO GET" - 10/02/2010
Indahnya Memberi - 10/02/2010
Ikhlash Jalan Kebahagiaan - 18/01/2010
Kerja Ikhlas = Kerja Bodoh? - 26/11/2009
Bedanya Kecerdasan Emosional dan Spiritual - 12/11/2009
Mengapa Akar Masalah Sering Berasal Dari Masa Kecil? - 19/10/2009
Indahnya Kesulitan - 02/07/2009
TIPOLOGI MASYARAKAT ARAB KONTEMPORER (1/4) - 24/06/2009
RINTIHAN ITU BELUM JUGA BERAKHIR - 10/06/2009
Kecerdasaan Spritual vs Kecerdasan Ideologis (Sekuler vs Islam) - 10/06/2009
Agama dan Bekal Merantau - 09/06/2009
Tingkatan Berbuat Ihsan - 25/05/2009
Profesor Termuda Di As Ternyata Orang Indonesia - 14/05/2009
Dahsyatnya EFT jarak jauh - 14/05/2009
*Singa yang Menyembunyikan Kukunya* - 06/05/2009
Penelitian: Marah Lebih Memperpendek Usia - 29/04/2009
Remembering for my Father - 29/04/2009
Kabar Gembira Tentang masuk Surga - 24/04/2009
Pengaruh Dzikir Terhadap Ketenangan Jiwa - 19/04/2009
Selamat datang di taman surga - 19/04/2009
Surga Untuk Pelacur - 14/04/2009
Undangan - 01/04/2009
Undangan - 01/04/2009
|
![]() ![]()
Diasuh oleh ustadz
|
![]() |
![]() |
| Copyright © Eramuslim.net 2003 - 2010 |